Anda sedang
mempersiapkan diri sebagai pembicara Business Talk, terasa tidak ada beban
karena sudah memahami materi dan suasana hati perasaan anda terkendali bahkan
anda dapat membayangkan ending pertemuan nantinya seperti apa respon dan respek
dari para hadirin.. di saat pandangan anda menyapu dari sudut kiri ke kanan ruangan,
tiba-tiba pupil mata terbelalak tertuju pada satu tempat duduk, seseorang…
seseorang yang membuat anda kehilangan daya keyakinan, bisa mencekik
kerongkongan, bahkan dapat menghapus segala memori ingatan materi Business Talk…
karena dia Senior Anda..waduh..
Bagaimana cara mengatasi situasi seperti di atas, berbicara
di depan senior anda ?
Saya nervous berbicara di depan senior saya, Help !
1.
Tingkatkan Kredibilitas Anda
Anda bisa meningkatkan kredibiltas dan rasa
percaya diri dengan 2 hal berikut :
·
Perhatikan penampilan anda
“Lho, apa hubungannya antara kredibilitas dan penampilan?”
Penampilan dapat membentuk kesan pertama, jadi pastikan penampilan anda
sesuai mulai dari atas hingga bawah, dari dalam hingga luar membuat anda nyaman
untuk tampil. Berpakaianlah serupa dengan audience anda bahkan satu tingkat
lebih tinggi
Misalnya jika audience anda berpakaian santai, anda bisa mengenakan
kemeja formal atau menggunakan jas (tapi ingat, hal ini hanya berlaku di
pertemuan bukan presentasi one on one) karena justru membuat prospek anda
merasa tidak nyaman, kecuali jika anda seorang Steve Jobs atau Dahlan Iskan yang
lebh nyaman berbicara dengan prospek dengan baju casual. Penampilan yang baik
membuat audience lebih mempercayai anda dibandingkan anda berpenampilan
asal-asalan karena mencerminkan bagaimana anda menghargai diri anda dilihat
dari bagaimana penampilan anda.
GOOD LOOKING, GOOD PERFORMANCE
·
Tingkatkan kualitas wawasan dan karakter diri
anda
Dalam pengalaman saya mempelajari kemampuan pembicara yang handal dan
dapat memukau audience, diukur dari berapa banyak buku dan literatur yang telah
dibaca. Semakin banyak anda membaca buku dan anda lakukan setiap hari maka kosa
kata anda, inspirasi cerita anda akan terus berkembang melesat bak roket.
Pembicara professional minimal telah membaca 1000 buku.
Miliki banyak buku dengan membelinya, bukan dari meminjam. Karena buku
adalah khazanah kekayaan anda yang dapat menjadi asset nyata yang berharga.
Tapi ingat, membaca buku adalah sebuah proses panjang bukanlah instan.
Ibaratkan pikiran anda seperti gelas kosong yang diisi oleh ribuan wawasan yang
anda serap dari buku, semakin banyak anda membaca semakin tinggi level isi
gelasnya, jika isinya sudah penuh maka wawasan itu belum bisa ditransfer ke
hadapan public sebelum isi gelasnya tumpah ruah. Karena itulah sebabnya mengapa
anda membaca banyak buku tetapi belum juga bisa menjadi pembicara handal,
karena jumlah buku yang and abaca belum over kapasitas. Jadi tumpahan wawasan
yang keluar meluber dari isi gelas pikiran anda itulah yang menjadi untaian
kata-kata yang menarik dan menginspirasi.
BUATLAH MELUBER AGAR DAPAT DINIKMATI OLEH AUDIENCE ANDA
2.
Buatlah audience menyukai Anda
Menangkan hati audience sebelum pembicaraan
anda berakhir. Salah satu cara yang bisa membuat mereka menyukai anda adalah
dengan mengadakan interaksi yang lebih sering dengan mereka. Bagaimana caranya
?
·
Tanyakan namanya dan sering sebut namanya dalam
membahas topic yang anda sedang bicarakan
·
Ajukan pertanyaan dan ajak audience anda dengan
memberikan opini dan ajak audience lain untuk memberikan respek berupa pujian
dan tepuk tangan untuk pendapat dan jawaban yang bagus. Dengan cara itu maka
audience akan merasa diperhatikan, bukankah kita cenderung merasa lebih peduli
jika apa yang dibahas adalah ide dan pendapat kita sendiri?
·
Catatan penting, ajukan pertanyaan yang
berkualitas dan ajukan pertanyaan yang memungkinkan audience dapat menjawabnya.
Jika anda memilih responden untuk menjawab pertanyaan anda pastikan audience
dapat menjawabnya. Jika pertanyaan anda membuat audience susah menjawab maka
akan membuat audience merasa direndahkan, merasa malu dan nampak tolol
dihadapan peserta lainnya. Kuncinya adalah dari cara bertanya anda menghasilkan
jawaban yang berkualitas.
·
Eye contact, kontak mata anda dengan beberapa
audience pilihan. Walaupun demikian bukan berarti anda menatap mata satu per
satu audience anda karena akan menghabiskan waktu anda. Pastikan tatapan mata
anda adalah tatapan mata yang santun dan selalu iringi dengan senyum manis yang
anda miliki. Bukanlah tatapan mata jelalatan melihat prospek anda dari bawah ke
atas akan membuatnya tidak nyaman, khususnya terhadap lawan jenis
·
Audience adalah teman anda, berfikirlah bahwa
anda sedang berkomunikasi dengan sahabat terbaik anda. Suasana hati anda
dipengaruhi oleh persepsi anda terhadap siapa audience anda. Jadi, jika anda
salah berbicara anggaplah sebuah hal yang wajar dan tidak perlu membuat anda
malu. Katakan sejujurnya jika anda salah berbicara atau bobot materi anda tidak
sehebat yang diharapkan oleh audience anda yang lebih senior.
Semakin anda sering bertemu dengan senior anda di ruang
pertemuan, menunjukkan siapa anda sesungguhnya. Anda adalah
apa yang anda bicarakan dan dengan siapa anda berbicara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar