Sabtu, 15 Februari 2014

Nervous berbicara di depan senior saya, Help

Anda sedang mempersiapkan diri sebagai pembicara Business Talk, terasa tidak ada beban karena sudah memahami materi dan suasana hati perasaan anda terkendali bahkan anda dapat membayangkan ending pertemuan nantinya seperti apa respon dan respek dari para hadirin.. di saat pandangan anda menyapu dari sudut kiri ke kanan ruangan, tiba-tiba pupil mata terbelalak tertuju pada satu tempat duduk, seseorang… seseorang yang membuat anda kehilangan daya keyakinan, bisa mencekik kerongkongan, bahkan dapat menghapus segala memori ingatan materi Business Talk… karena dia Senior Anda..waduh..

Bagaimana cara mengatasi situasi seperti di atas, berbicara di depan senior anda ?

Saya nervous berbicara di depan senior saya, Help !

1.     Tingkatkan Kredibilitas Anda
Anda bisa meningkatkan kredibiltas dan rasa percaya diri dengan 2 hal berikut :
·         Perhatikan penampilan anda
“Lho, apa hubungannya antara kredibilitas dan penampilan?”
Penampilan dapat membentuk kesan pertama, jadi pastikan penampilan anda sesuai mulai dari atas hingga bawah, dari dalam hingga luar membuat anda nyaman untuk tampil. Berpakaianlah serupa dengan audience anda bahkan satu tingkat lebih tinggi
Misalnya jika audience anda berpakaian santai, anda bisa mengenakan kemeja formal atau menggunakan jas (tapi ingat, hal ini hanya berlaku di pertemuan bukan presentasi one on one) karena justru membuat prospek anda merasa tidak nyaman, kecuali jika anda seorang Steve Jobs atau Dahlan Iskan yang lebh nyaman berbicara dengan prospek dengan baju casual. Penampilan yang baik membuat audience lebih mempercayai anda dibandingkan anda berpenampilan asal-asalan karena mencerminkan bagaimana anda menghargai diri anda dilihat dari bagaimana penampilan anda.
GOOD LOOKING, GOOD PERFORMANCE
·         Tingkatkan kualitas wawasan dan karakter diri anda
Dalam pengalaman saya mempelajari kemampuan pembicara yang handal dan dapat memukau audience, diukur dari berapa banyak buku dan literatur yang telah dibaca. Semakin banyak anda membaca buku dan anda lakukan setiap hari maka kosa kata anda, inspirasi cerita anda akan terus berkembang melesat bak roket. Pembicara professional minimal telah membaca 1000 buku.
Miliki banyak buku dengan membelinya, bukan dari meminjam. Karena buku adalah khazanah kekayaan anda yang dapat menjadi asset nyata yang berharga.
Tapi ingat, membaca buku adalah sebuah proses panjang bukanlah instan. Ibaratkan pikiran anda seperti gelas kosong yang diisi oleh ribuan wawasan yang anda serap dari buku, semakin banyak anda membaca semakin tinggi level isi gelasnya, jika isinya sudah penuh maka wawasan itu belum bisa ditransfer ke hadapan public sebelum isi gelasnya tumpah ruah. Karena itulah sebabnya mengapa anda membaca banyak buku tetapi belum juga bisa menjadi pembicara handal, karena jumlah buku yang and abaca belum over kapasitas. Jadi tumpahan wawasan yang keluar meluber dari isi gelas pikiran anda itulah yang menjadi untaian kata-kata yang menarik dan menginspirasi.
BUATLAH MELUBER AGAR DAPAT DINIKMATI OLEH AUDIENCE ANDA

2.     Buatlah audience menyukai Anda
Menangkan hati audience sebelum pembicaraan anda berakhir. Salah satu cara yang bisa membuat mereka menyukai anda adalah dengan mengadakan interaksi yang lebih sering dengan mereka. Bagaimana caranya ?
·         Tanyakan namanya dan sering sebut namanya dalam membahas topic yang anda sedang bicarakan
·         Ajukan pertanyaan dan ajak audience anda dengan memberikan opini dan ajak audience lain untuk memberikan respek berupa pujian dan tepuk tangan untuk pendapat dan jawaban yang bagus. Dengan cara itu maka audience akan merasa diperhatikan, bukankah kita cenderung merasa lebih peduli jika apa yang dibahas adalah ide dan pendapat kita sendiri?
·         Catatan penting, ajukan pertanyaan yang berkualitas dan ajukan pertanyaan yang memungkinkan audience dapat menjawabnya. Jika anda memilih responden untuk menjawab pertanyaan anda pastikan audience dapat menjawabnya. Jika pertanyaan anda membuat audience susah menjawab maka akan membuat audience merasa direndahkan, merasa malu dan nampak tolol dihadapan peserta lainnya. Kuncinya adalah dari cara bertanya anda menghasilkan jawaban yang berkualitas.
·         Eye contact, kontak mata anda dengan beberapa audience pilihan. Walaupun demikian bukan berarti anda menatap mata satu per satu audience anda karena akan menghabiskan waktu anda. Pastikan tatapan mata anda adalah tatapan mata yang santun dan selalu iringi dengan senyum manis yang anda miliki. Bukanlah tatapan mata jelalatan melihat prospek anda dari bawah ke atas akan membuatnya tidak nyaman, khususnya terhadap lawan jenis
·         Audience adalah teman anda, berfikirlah bahwa anda sedang berkomunikasi dengan sahabat terbaik anda. Suasana hati anda dipengaruhi oleh persepsi anda terhadap siapa audience anda. Jadi, jika anda salah berbicara anggaplah sebuah hal yang wajar dan tidak perlu membuat anda malu. Katakan sejujurnya jika anda salah berbicara atau bobot materi anda tidak sehebat yang diharapkan oleh audience anda yang lebih senior.

Semakin anda sering bertemu dengan senior anda di ruang pertemuan, menunjukkan siapa anda sesungguhnya. Anda adalah apa yang anda bicarakan dan dengan siapa anda berbicara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar