Kamis, 20 Februari 2014

Saat Pertama Kali Menjadi Pembicara Business Talk

Saat Pertama Anda

Menjadi Pembicara Publik Business Talk
"Pak Pembicara Business Talknya harus Anda deh.. karena sudah menjadi Business Partner.

“Waduh Pak.. bagaimana ya ini nanti, saya sama sekali tidak pernah presentasi di depan orang, kalo presentasi di depan satu orang atau jualan aja bisa”

Pernah mengalami seperti ini ? Saya ucapkan Selamat !
Setelah tantangan tersebut anda terima , karena terpaksa atau daripada malu di depan grup anda, biasanya yang terjadi seperti ini :

Malam hari tidak bisa tidur, Tidak tahu harus bagaimana..
Muncul dalam pikiran Anda kalimat-kalimat seperti ini :

"Bagaimana kalau besok saya lupa di tengah-tengah jalannya presentasi?”
“Bagaimana kalau ternyata audiens tidak suka dengan perform saya?”

Plus perilaku aneh...berkali kali masuk kamar mandi karena sakit perut

Dan semakin dipikirkan akhirnya semakin tidak bisa tidur semalaman.

Jadi keesokan hari akhirnya harus memberikan presentasi dengan kondisi tidak tidur semalaman.

Dengan mata agak merah dan kepala berat, mau tidak mau harus mencari solusi atas permasalahan ini.

Bagaimana dengan Anda?

Mungkin saat ini anda masih menunda-nunda langkah pertama Anda, entah itu dalam hal mulai berpresentasi atau bisa juga dalam hal lainnya.

Gelisah, kuatir dan takut itu pasti ada, yang penting adalah milikilah filosofi Nike, yaitu “Just Do It” (Lakukan saja)

Mungkin segalanya tidak berlangsung dengan sempurna, akan tetapi kenyataan bahwa anda telah memulainya akan memberikan momentum untuk anda terus bergerak maju ke depan.

Jadi lain kali ketika anda gelisah, gemetar dan takut untuk melakukan presentasi anda yang pertama, apa yang harus anda lakukan? benar sekali “Just Do It”

Jika Grup anda kian berkembang, tuntutan untuk anda menjadi leader yang memberikan arahan menjadi lebih besar.
Jadikan peran sebagai pembicara adalah sebuah kehormatan dan sarana anda untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih besar dan lebih menarik.

Cara Menghadapi Audience yang Kurang tertarik dengan Presentasi Anda

Cara menghadapi audiens yang tidak tertarik dengan topik anda
“Pak.. bagaimana caranya jika kita harus berpresentasi di depan audiens yang menganggap topik yang kita bawakan tidak menarik?

Pernahkah anda mengalami kondisi seperti itu?


Hal ini adalah salah satu situasi yang menantang dalam presentasi, saya bisa katakan memang tidak mudah menghadapi situasi seperti ini. Nah sekarang… bagaimana cara menghadapinya?

Fokuslah kepada satu hal berikut “Start with Why  – Mulailah dengan Mengapa”

Banyak orang merasa tidak tertarik pada suatu topik karena mereka tidak bisa melihat pentingnya topik yang anda bawakan. Mereka tidak bisa merasakan bagaimana topik tersebut bisa membawa manfaat bagi diri mereka. Sehingga ketika anda langsung berbicara mengenai cara- cara, tips (tentang How) dalam topik tersebut, orang tetap tidak akan termotivasi dan menganggap hal yang anda sampaikan tidak menarik.

Misalnya saja anda berbicara tentang teknik berpresentasi, jika audiens belum bisa melihat pentingnya menguasai ilmu presentasi (faktor why) maka akan sia-sia jika anda langsung berbicara tentang tips,trik dan teknik berpresentasi (How)

Oleh karena itu Start with Why, anda harus bisa menunjukkan kepada audiens akan pentingnya topik yang anda bawakan, bagaimana topik tersebut bisa membawa manfaat bagi mereka atau apa yang terjadi jika mereka tidak menguasainya.

Untuk lebih jelasnya, saya akan coba berikan sebuah contoh:

Suatu saat di dalam sesi seminar harus membawakan topik tentang alat bantu. Bagi kebanyakan orang, topik alat bantu ini termasuk salah satu topik yang dianggap kurang menarik karena berbicara seputar kaset, buku, pertemuan yang harus dihadiri secara konsisten walaupun ini hanya anggapan saja

Dengan kondisi seperti ini, jika langsung menjelaskan tentang bagaimana cara memiliki dan menggunakan alat bantu (tentang How) pastilah bakal menjadi sesi bobo siang bagi audience .Oleh karena itu harus mencari faktor Why nya terlebih dahulu yaitu “Apa sih pentingnya mereka memahami peranan alat bantu ?"Dan inilah yang perlu disampaikan di awal

“Ada yang pernah tahu Jim Dornant / Mitch Sala ?” beberapa audience mulai ada yang angkat tangan

“Siapakah dia? Pemain sepak bola terkenal kah?”

Mereka pun memprotes “Bukan Pak.. dia pelaku bisnis jaringan internasional, salah satu orang kaya di dunia dari bisnis MLM”

Setelah itu saya pun bertanya “Tahukah anda, apakah yang membuat Jim Dornant bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia bisnis MLM?”

“Dia menjadi orang terkaya di dunia bukan karena memiliki kedai kopi atau karena bisa memasak ayam goreng yang enak atau karena mampu membuat gadget yang canggih. Jim Dornant dan Mitch Sala bisa menjadi orang terkaya di dunia network marketing karena kemampuannya membangun organisasi bisnisnya, dan semua anggotanya yang tersebar di 50 negara bekerja keras di seluruh dunia tanpa kehadiran pemimpinnya, mereka bisa bekerja sebaik leadernya. Dari situlah dia mulai menghasilkan income milyaran rupiah karena terjadi penghematan biaya melatih timnya, dia tidak harus keliling setiap hari ke 50 negara dan menariknya semua melakukan kerjanya dan mereka rela tidak dibayar untuk itu”

Setelah mereka mengangguk-angguk, dilanjutkan dengan pertanyaan lagi:

“Apakah anda ingin bekerja tanpa lelah seumur hidup anda?” kali ini mereka jelas menggeleng-gelengkan kepala.

“Tidak ada seorang pun yang ingin terpaksa harus bekerja keras seumur hidupnya. Saya yakin anda ingin supaya uang bisa bekerja untuk anda sehingga anda pun bisa lebih menikmati hidup. Oleh karena itu cepat atau lambat anda perlu memahami cara kerja alat bantu dan sistem ini bagaimana bisa bekerja?"

“Dan inilah langkah awal anda untuk memiliki jaringan bisnis ribuan orang, dengan anda mempelajari apa yang terkandung di dalam alat bantu ini, supaya grup anda bisa belajar ilmu yang sama dengan anda, dan mereka melakukannya dalam aktifitas bisnisnya. Ilmu yang akan anda pelajari hari ini bisa membuat anda menjadi salah satu orang terkaya di dunia seperti Jim Dornant"

Menurut anda, apakah mereka akan lebih termotivasi untuk mendengarkan materinya "

Tentu saja.

Karena mereka sudah mengetahui mengapa (Why) mereka harus mempelajari. Jadi bagaimanakah cara berbicara di depan audiens yang kurang tertarik atau kurang termotivasi dengan topik yang anda bawakan? Yup betul sekali – Start with Why -

Sabtu, 15 Februari 2014

Happiness is a Choice - Bahagia dalam Penderitaan

SEBAHAGIA APA ANDA SEKARANG ?

Manakah yang lebih berbahagia? Orang yg dapat hadiah jutaan dolar atau orang yg tiba-tiba lumpuh tangan & kakinya?

Menurut hasil riset dari Dan Gilbert, psikolog peneliti dari Harvard University, dua kelompok orang tersebut dalam waktu setahun setelah terjadinya musibah atau rejeki nomplok itu, akan memiliki tingkat kebahagiaan yg relatif sama.

Kok bisa seperti itu? ya, karena kita semua mengalami “Impact bias”, yaitu kecenderungan untuk membesar-besarkan (overestimate) terhadap dampak (hedonic impact) dari peristiwa yg akan terjadi”. Kita merasa akan sangat bahagia jika akan dapat rejeki nomplok, atau sangat menderita jika akan dapat musibah besar. padahal kenyatanya, begitu musibah atau rejeki itu benar2 datang, penderitaan atau kebahagiaannya tidak sebesar yg kita bayangkan.. jadi, yg kita bayangkan tidak sebesar kenyataannya.

Riset membuktikan, kejadian traumatis seperi perceraian, kecelakaan, gagal jadi caleg, rumah kebakaran, dst, jika telah terjadi lebih dari 3 bulan yang lalu, secara objektif tidak lagi berpengaruh pada tingkat kebahagiaan kita, kecuali kita sendiri yg bereaksi secara keliru hingga menderita berkepanjangan..

sebaliknya, suatu kebahagiaan yg kita tunggu-tunggu seperti lulus kuliah, dapat istri cantik, dapat hadiah besar, dapat pekerjaan idaman, dst.. hanya berpengaruh sedikit pada tingkat kebahagiaan kita 3 bulan setelah kejadian.

Kok bisa seperti itu ya? Ya, karena kita bisa “Membuat kebahagiaan kita sendiri” Happiness can be synthesized, simak ucapan Sir Thomas Browne (1642) ” I am the happiest man alive. I have that in me that can convert poverty to riches, adversity to prosperity, and i am more invulnerable than Achilless .Fortune hath not one place to hit me”.
“Saya adalah orang paling bahagia di dunia, saya memiliki kebahagiaan itu di dalam diri saya (baca: saya bisa menciptakan rasa bahagia itu di dalam diri saya sendiri), dengannya saya bisa mengubah miskin menjadi kaya, kesusahan jadi kemakmuran. Saya lebih tangguh dari Achilles (siapa Achilles? lihat film TROY). Apapun yang saya alami, tidak berpengaruh pada tingkat kebahagiaan saya.

Apa yg dialami Thomas Browne dalam ilmu psikologi disebut “Psychological immune system”, dan kita semua memilikinya di dalam otak kita. Kesimpulannya? Seperti yg dikatakan Shakespeare, “Tidak ada penderitaan atau kebahagiaan yg objektif, kita sendirilah yang menciptakannya”.
Jadi, anda merasa depresi , stress, menderita? maka anda sendirilah (tepatnya pikiran andalah) yang bertanggung jawab atas penderitaan anda. 

Anda pingin bahagia? silahkan ciptakan sendiri kebahagiaan anda.. you can synthesized happiness, begitu kesimpulan dari hasil penelitian profesor Harvard, Dan Gilbert.
Sekali lagi, happiness is a choice.. so, choose to be happy.. how ?

Referensi dari sahabat saya : Catatan di facebook Ahmad Faiz Zainuddin


Nervous berbicara di depan senior saya, Help

Anda sedang mempersiapkan diri sebagai pembicara Business Talk, terasa tidak ada beban karena sudah memahami materi dan suasana hati perasaan anda terkendali bahkan anda dapat membayangkan ending pertemuan nantinya seperti apa respon dan respek dari para hadirin.. di saat pandangan anda menyapu dari sudut kiri ke kanan ruangan, tiba-tiba pupil mata terbelalak tertuju pada satu tempat duduk, seseorang… seseorang yang membuat anda kehilangan daya keyakinan, bisa mencekik kerongkongan, bahkan dapat menghapus segala memori ingatan materi Business Talk… karena dia Senior Anda..waduh..

Bagaimana cara mengatasi situasi seperti di atas, berbicara di depan senior anda ?

Saya nervous berbicara di depan senior saya, Help !

1.     Tingkatkan Kredibilitas Anda
Anda bisa meningkatkan kredibiltas dan rasa percaya diri dengan 2 hal berikut :
·         Perhatikan penampilan anda
“Lho, apa hubungannya antara kredibilitas dan penampilan?”
Penampilan dapat membentuk kesan pertama, jadi pastikan penampilan anda sesuai mulai dari atas hingga bawah, dari dalam hingga luar membuat anda nyaman untuk tampil. Berpakaianlah serupa dengan audience anda bahkan satu tingkat lebih tinggi
Misalnya jika audience anda berpakaian santai, anda bisa mengenakan kemeja formal atau menggunakan jas (tapi ingat, hal ini hanya berlaku di pertemuan bukan presentasi one on one) karena justru membuat prospek anda merasa tidak nyaman, kecuali jika anda seorang Steve Jobs atau Dahlan Iskan yang lebh nyaman berbicara dengan prospek dengan baju casual. Penampilan yang baik membuat audience lebih mempercayai anda dibandingkan anda berpenampilan asal-asalan karena mencerminkan bagaimana anda menghargai diri anda dilihat dari bagaimana penampilan anda.
GOOD LOOKING, GOOD PERFORMANCE
·         Tingkatkan kualitas wawasan dan karakter diri anda
Dalam pengalaman saya mempelajari kemampuan pembicara yang handal dan dapat memukau audience, diukur dari berapa banyak buku dan literatur yang telah dibaca. Semakin banyak anda membaca buku dan anda lakukan setiap hari maka kosa kata anda, inspirasi cerita anda akan terus berkembang melesat bak roket. Pembicara professional minimal telah membaca 1000 buku.
Miliki banyak buku dengan membelinya, bukan dari meminjam. Karena buku adalah khazanah kekayaan anda yang dapat menjadi asset nyata yang berharga.
Tapi ingat, membaca buku adalah sebuah proses panjang bukanlah instan. Ibaratkan pikiran anda seperti gelas kosong yang diisi oleh ribuan wawasan yang anda serap dari buku, semakin banyak anda membaca semakin tinggi level isi gelasnya, jika isinya sudah penuh maka wawasan itu belum bisa ditransfer ke hadapan public sebelum isi gelasnya tumpah ruah. Karena itulah sebabnya mengapa anda membaca banyak buku tetapi belum juga bisa menjadi pembicara handal, karena jumlah buku yang and abaca belum over kapasitas. Jadi tumpahan wawasan yang keluar meluber dari isi gelas pikiran anda itulah yang menjadi untaian kata-kata yang menarik dan menginspirasi.
BUATLAH MELUBER AGAR DAPAT DINIKMATI OLEH AUDIENCE ANDA

2.     Buatlah audience menyukai Anda
Menangkan hati audience sebelum pembicaraan anda berakhir. Salah satu cara yang bisa membuat mereka menyukai anda adalah dengan mengadakan interaksi yang lebih sering dengan mereka. Bagaimana caranya ?
·         Tanyakan namanya dan sering sebut namanya dalam membahas topic yang anda sedang bicarakan
·         Ajukan pertanyaan dan ajak audience anda dengan memberikan opini dan ajak audience lain untuk memberikan respek berupa pujian dan tepuk tangan untuk pendapat dan jawaban yang bagus. Dengan cara itu maka audience akan merasa diperhatikan, bukankah kita cenderung merasa lebih peduli jika apa yang dibahas adalah ide dan pendapat kita sendiri?
·         Catatan penting, ajukan pertanyaan yang berkualitas dan ajukan pertanyaan yang memungkinkan audience dapat menjawabnya. Jika anda memilih responden untuk menjawab pertanyaan anda pastikan audience dapat menjawabnya. Jika pertanyaan anda membuat audience susah menjawab maka akan membuat audience merasa direndahkan, merasa malu dan nampak tolol dihadapan peserta lainnya. Kuncinya adalah dari cara bertanya anda menghasilkan jawaban yang berkualitas.
·         Eye contact, kontak mata anda dengan beberapa audience pilihan. Walaupun demikian bukan berarti anda menatap mata satu per satu audience anda karena akan menghabiskan waktu anda. Pastikan tatapan mata anda adalah tatapan mata yang santun dan selalu iringi dengan senyum manis yang anda miliki. Bukanlah tatapan mata jelalatan melihat prospek anda dari bawah ke atas akan membuatnya tidak nyaman, khususnya terhadap lawan jenis
·         Audience adalah teman anda, berfikirlah bahwa anda sedang berkomunikasi dengan sahabat terbaik anda. Suasana hati anda dipengaruhi oleh persepsi anda terhadap siapa audience anda. Jadi, jika anda salah berbicara anggaplah sebuah hal yang wajar dan tidak perlu membuat anda malu. Katakan sejujurnya jika anda salah berbicara atau bobot materi anda tidak sehebat yang diharapkan oleh audience anda yang lebih senior.

Semakin anda sering bertemu dengan senior anda di ruang pertemuan, menunjukkan siapa anda sesungguhnya. Anda adalah apa yang anda bicarakan dan dengan siapa anda berbicara

Menjadi Pembicara Yang Hebat

Menjadi Pembicara Yang Hebat
Anda hadir di sesi presentasi bisnis. Di depan anda hadir seorang pembicara dengan latar belakang slide Powerpoint.. dia berusaha untuk membuat anda mengerti apa yang dia bicarakan.. yang terjadi adalah anda merasa bosan karena penampilan yang tidak menarik, apalagi jika dibilang bermutu.
Rasanya ingin segera meninggalkan kursi anda, tetapi anda merasa segan dengan pengundang anda yang pura-pura antusias mendengarkan penjelasan sang pembicara.

Presentasinya jauh dari kesan interaktif, lebih sering melihat slide daripada berkomunikasi dengan audience..penjelasannya cenderung bertele-tele... tiba-tiba suasana hening, pembicara di depan mulai macet, kehabisan topik yang akan dibicarakan..
Raut wajah dari pembicaranya nampak kaku, tegang dan nampak konyol
Ending dari presentasi bisnis adalah perasaan lega dari semua audience karena dapat bernafas lega setelah pembawa acara / MC menjelaskan bahwa acara sudah selesai.

Pernahkah Anda mengalaminya ?

Apa Yang Bisa Anda Pelajari ?

Ada Kutipan Confusius 2400 tahun yang lalu ‘I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand’

3 Skill Presentasi yang dapat Anda aplikasikan sekarang
Seorang pembicara yang handal dapat membuat topik yang dibawakannya menjadi 'hidup' bahkan membuat audience turut terlibat.
Ada beberapa tips sederhana yang dapat membuat audience anda terpana dengan penjelasan anda, membuat jari jemari mereka memegang dagunya sendiri, bahkan tertawa terpingkal-pingkal karena anda.

  1. Ajukan pertanyaan kepada audiens Anda - cara ini dapat menegaskan pemahaman audience anda, memastikan mereka tetap mendengarkan, dan membuat mereka berinteraksi dengan anda.
  2. Gunakan alat peraga - alat bantu ini bisa berupa video inspirasi, gambar, atau anda menunjukkan sebuah benda yang dapat menghadirkan makna sesuatu. 
  3. Berbicara dengan Antusias, jika anda menunjukkan gairah atas topik yang anda bicarakan, maka audiece anda akan turut merasakannya. Mengapa demikian ? karena antusias itu menular. Jauh lebih efektif mempengaruhi pikiran audience dengan cara Anda menunjukkan bagaimana perasaan anda terhadap topik yang anda bicarakan, seperti rasa takut, rasa cemas, gembira, sedih dibandingkan anda menyajikan puluhan data-data berupa angka. Angka atau statistik tidak membuat audience anda bersemangat tetapi antusias andalah yang membuat hal itu terjadi.  Ingatlah pesan Confusius di atas. 
Training Menjadi Public Speaking
Kebanyakan orang takut berbicara di depan umum, apalagi jika berbicara di depan umum menjadi sebuah profesi
Berdasarkan pengalaman saya sendiri, rintangan untuk menjadi Public Speaking sesungguhnya berasal dari dalam diri sendiri. Tapi dengan adanya lingkungan yang mendukung, adanya pelatihan yang tepat, adanya orang-orang yang mendukung anda untuk terus maju, maka menjadi pembicara akan bisa membuat diri anda berbeda selamanya.
Di sinilah Magnet Business Community membantu Anda menjadi pribadi yang lebih cemerlang bukan karena prestasi anda di bisnis anda saja tetapi karena profesi anda menjadi pembicara di depan publik.

Kursus atau akademi Publik Speaking pada umumnya memposisikan anda hanya sebagai pembelajar dan pada akhirnya hasilnya kurang memadai karena lingkungan yang sesungguhnya tidak pernah di hadirkan, karena anda hanya berlatih di depan kelas.
Hal ini berbeda bagi anda yang menjadi pelaku bisnis Allianz karena cepat atau lambat akan memaksa anda menjadi pembicara di depan banyak orang setidaknya di depan grup bisnis anda sendiri.

Kami sangat meyakini jika anda belajar dan praktek melalui sesi pertemuan kita seperti Business Talk, Magnet Education Seminar maka segera anda menjadi pembicara yang sesungguhnya.

Welcome To The Club

WELCOME TO THE CLUB
Anda diundang hadir di sebuah seminar internasional, sejak anda duduk hingga hingga acara berlangsung Anda begitu terkesima oleh perform dari pembicara di atas panggung, kedalaman pikiran dari pembicara begitu membuat pikiran anda melayang jauh menerawang a imaginasi sehingga nampak nyata di benak pikiran anda.

Beberapa sesi berlangsung, untaian kalimatnya begitu menyentuh hati anda...mengutip sebuah cerita rakyat menguraikan begitu detail sehingga setiap peserta terasa turut hadir di dunia sana. Pembicara tersebut menutup cerita dengan menguraikan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Pembicara yang tampil begitu memukau segenap peserta yang hadir bertepuk tangan gegap gempita sambil berdiri, hampir setiap peserta yang turut bersorak sorai meneteskan air mata, membusungkan dada, tak melepaskan pandangan sedikitpun ketika pembicara turun panggung, mendapatkan sambutan hangat dari tuan rumah acara, hingga duduk di atas kursi sofanya..
Tepuk tangan masih terdengar hingga 2 menit lamanya, gantian pembicaranya yang berkaca-kaca. Kembali sang pembicara berdiri setelah sebentar duduk, berdiri menghadap kepada seluruh audience melambaikan tangan, melemparkan senyum bahagia di seluruh penjuru ruang pertemuan.

Dunia Publik Speaking bukanlah sebuah drama tetapi sebuah kehidupan yang nyata. Penampilan yang sesungguhnya dari sisi kehidupan pemikiran dan kepribadian dari sang pembicara dalam bentuk untaian kata-kata yang dapat menyentuh pikiran dan hati nurani siapapun yang mendengarkannya

SELAMAT DATANG DALAM DUNIA PUBLIC SPEAKING YANG SESUNGGUHNYA

Jika Anda bersedia belajar dan menemukan lingkungan yang mendukung anda menjadi seorang pembicara publik maka kehidupan anda akan berubah selama-lamanya sejak anda memperoleh kesempatan menjadi pembicara.

Pemikiran hebat anda yang dipahami audience melalui uraian kalimat dan kisah cerita dapat merubah perasaan, pemikiran siapapun yang mendengarnya. Dan pada akhirnya setahap demi setahap merubah perilaku para pendengarnya menjadi lebih baik.

Mari Kita Ciptakan sebuah dunia yang lebih baik karena kualitas diri anda sebagai seorang pembicara profesional