Anda hadir di sesi presentasi bisnis. Di depan anda hadir seorang pembicara dengan latar belakang slide Powerpoint.. dia berusaha untuk membuat anda mengerti apa yang dia bicarakan.. yang terjadi adalah anda merasa bosan karena penampilan yang tidak menarik, apalagi jika dibilang bermutu.
Rasanya ingin segera meninggalkan kursi anda, tetapi anda merasa segan dengan pengundang anda yang pura-pura antusias mendengarkan penjelasan sang pembicara.
Presentasinya jauh dari kesan interaktif, lebih sering melihat slide daripada berkomunikasi dengan audience..penjelasannya cenderung bertele-tele... tiba-tiba suasana hening, pembicara di depan mulai macet, kehabisan topik yang akan dibicarakan..
Raut wajah dari pembicaranya nampak kaku, tegang dan nampak konyol
Ending dari presentasi bisnis adalah perasaan lega dari semua audience karena dapat bernafas lega setelah pembawa acara / MC menjelaskan bahwa acara sudah selesai.
Pernahkah Anda mengalaminya ?
Apa Yang Bisa Anda Pelajari ?
Ada Kutipan Confusius 2400 tahun yang lalu ‘I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand’
3 Skill Presentasi yang dapat Anda aplikasikan sekarang
Seorang pembicara yang handal dapat membuat topik yang dibawakannya menjadi 'hidup' bahkan membuat audience turut terlibat.
Ada beberapa tips sederhana yang dapat membuat audience anda terpana dengan penjelasan anda, membuat jari jemari mereka memegang dagunya sendiri, bahkan tertawa terpingkal-pingkal karena anda.
- Ajukan pertanyaan kepada audiens Anda - cara ini dapat menegaskan pemahaman audience anda, memastikan mereka tetap mendengarkan, dan membuat mereka berinteraksi dengan anda.
- Gunakan alat peraga - alat bantu ini bisa berupa video inspirasi, gambar, atau anda menunjukkan sebuah benda yang dapat menghadirkan makna sesuatu.
- Berbicara dengan Antusias, jika anda menunjukkan gairah atas topik yang anda bicarakan, maka audiece anda akan turut merasakannya. Mengapa demikian ? karena antusias itu menular. Jauh lebih efektif mempengaruhi pikiran audience dengan cara Anda menunjukkan bagaimana perasaan anda terhadap topik yang anda bicarakan, seperti rasa takut, rasa cemas, gembira, sedih dibandingkan anda menyajikan puluhan data-data berupa angka. Angka atau statistik tidak membuat audience anda bersemangat tetapi antusias andalah yang membuat hal itu terjadi. Ingatlah pesan Confusius di atas.
Kebanyakan orang takut berbicara di depan umum, apalagi jika berbicara di depan umum menjadi sebuah profesi
Berdasarkan pengalaman saya sendiri, rintangan untuk menjadi Public Speaking sesungguhnya berasal dari dalam diri sendiri. Tapi dengan adanya lingkungan yang mendukung, adanya pelatihan yang tepat, adanya orang-orang yang mendukung anda untuk terus maju, maka menjadi pembicara akan bisa membuat diri anda berbeda selamanya.
Di sinilah Magnet Business Community membantu Anda menjadi pribadi yang lebih cemerlang bukan karena prestasi anda di bisnis anda saja tetapi karena profesi anda menjadi pembicara di depan publik.
Kursus atau akademi Publik Speaking pada umumnya memposisikan anda hanya sebagai pembelajar dan pada akhirnya hasilnya kurang memadai karena lingkungan yang sesungguhnya tidak pernah di hadirkan, karena anda hanya berlatih di depan kelas.
Hal ini berbeda bagi anda yang menjadi pelaku bisnis Allianz karena cepat atau lambat akan memaksa anda menjadi pembicara di depan banyak orang setidaknya di depan grup bisnis anda sendiri.
Kami sangat meyakini jika anda belajar dan praktek melalui sesi pertemuan kita seperti Business Talk, Magnet Education Seminar maka segera anda menjadi pembicara yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar